Kapal Selam Nazi di Laut Jawa (2): Diduga Hancur Dihantam Torpedo
Keberadaan
kapal selam Nazi di Laut Jawa masih penuh tanda tanya. Ada kemungkinan, kapal
ini hancur terkena torpedo.
Gramediamajalah.com - Keberadaan
kapal selam Nazi di Laut Jawa masih penuh tanda tanya. Penyebab tenggelamnya
kapal itu di perairan Indonesia juga masih belum terungkap. Namun, peneliti
menduga kapal itu meledak terhantam torpedo lawan.
Dua peneliti muda asal Pusat Arkeologi Nasional, Shinatria Adhityatama dan Ahmad Surya Ramadhan, mencoba mengungkap beberapa misteri itu.
Ramadhan yang bersama tim melakukan analisis skenario proses transformasi, mengungkapkan sebuah dugaan. Hantaman torpedo mengakibatkan kapal selam terbelah menjadi dua bagian, demikian menurutnya.
“Saat ledakan terjadi mesin di buritan masih menyala,” ujarnya, “kemungkinan bagian buritan itu jatuh ke tempat lain yang lebih jauh atau lebih dalam.”
Dia menolak atas kemungkinan hancurnya buritan hingga berkeping-keping dan tak mungkin ditemukan lagi.
“Saya tidak yakin kalau hancur sampai habis. Material kapal militer tentunya kuat,” katanya.
Dua peneliti muda asal Pusat Arkeologi Nasional, Shinatria Adhityatama dan Ahmad Surya Ramadhan, mencoba mengungkap beberapa misteri itu.
Ramadhan yang bersama tim melakukan analisis skenario proses transformasi, mengungkapkan sebuah dugaan. Hantaman torpedo mengakibatkan kapal selam terbelah menjadi dua bagian, demikian menurutnya.
“Saat ledakan terjadi mesin di buritan masih menyala,” ujarnya, “kemungkinan bagian buritan itu jatuh ke tempat lain yang lebih jauh atau lebih dalam.”
Dia menolak atas kemungkinan hancurnya buritan hingga berkeping-keping dan tak mungkin ditemukan lagi.
“Saya tidak yakin kalau hancur sampai habis. Material kapal militer tentunya kuat,” katanya.
Bagian dalam kapal selam Nazi di Laut Jawa dapat diakses dari sisa ruang peluncuran torpedo di lambung haluan yang terkoyak. Lubang peluncurnya sudah hilang, sepertinya turut terlepas bersama reruntuhan bagian utama lainnya. Akses alternatif, penyelam bisa masuk melalui pintu palka bulat di bagian tengah.
Dengan diterangi cahaya lampu baterai, dua arkeolog muda itu menyusuri lorong ruang awak atau perwira, ruang radio dan dapur, juga sisa ruang kendali. Kondisi bagian dalam kapal sudah rusak dan bagian langit-langit sudah runtuh.
Selain itu, ditemukan indikasi bahwa di dalam kapal selam Nazi di Laut Jawa tersebut pernah terjadi kebakaran. Penjelajahan dalam rongga besi rongsokan ini memang sangat berbahaya, memadukan kegairahan dan kengerian.
“Saya khawatir dinding ambruk dan tersangkut banyak kabel,” ungkap Adhityatama. Dia mengisahkan kepada saya tentang penjelajahan menyelisik kabin kapal selam.
“Intinya memang harus hati-hati karena di dalamnya banyak kerangka manusia yang harus dihormati. Kita tidak memindahkan kerangka tersebut. Kita membiarkan di tempatnya sebagai permakaman perang.”
Torpedo telah membuat kerusakan cukup hebat pada kapal selam tersebut sekitar 70 tahun silam. Namun, tampaknya kerusakan terus berlanjut oleh aktivitas manusia di tempat itu, seperti penangkapan ikan dengan bahan peledak hingga pencarian besi tua oleh warga sekitar.
Tim menduga bahwa isi kapal selam itu sebagian sudah terjamah dan terjarah oleh manusia, jauh sebelum kedatangan mereka. Bahkan, para ahli arkeologi mendapatkan informasi soal lokasi ini yang bersumber dari warga.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar